Axiata Xlindo

Axiata Xlindo

Senin, 25 April 2011

KONSEP MENUJU KESEJAHTERAAN DAN MAJU BERSAMA, Dari, Oleh dan Untuk Warga Jawa Tengah

Memasuki usia ke 2 tahun

Koperasi Sejahtera Maju Bersama (SMB) berdiri pada tanggal 8 Agustus 2008 dengan 40 orang sebagi pendiri yang berasal dari berbagai warga paguyuban Kabupaten/Kota, dengan latar belakang social yang beragam, jenis pekerjaan yang berbeda dan tempat tinggal yang tersebar serta asal daerah yang berbeda pula. Hal ini mencerminkan semangat kebersamaan yang senantiasa terpelihara dalam meningkatkan perannya bagi kemaslahatan.
Sebagaimana harapan Ketua Umum Paguyuban Jawa Tengah (PJT), Bibit Waluyo agar koperasi dapat menjadi tulang punggung kegiatan dan tumpuan yang mendukung operasional paguyuban, yang selanjutnya mengembangkan perannya dalam upaya memberikan fasilitas saudara kita di daerah Jawa Tengah dalam ikut memasarkan potensi wilayah serta produk masyarakatnya.
Untuk pertama kalinya Rapat Anggota Tahunan dilaksanakan pada hari minggu, 8 Agustus 2010 bertepatan dengan hari jadi SMB untuk yang kedua tahun. Sebagai lembaga ekonomi, koperasi SMB baru bisa menjalankan kegiatan untuk beberapa bidang, antara lain Usaha simpan pinjam anggota, Usaha jasa layanan pengiriman barang/paket, Usaha penjualan barang-barang titipan/konsinyasi dari anggota, Usaha layanan terapi kesehatan.
Kedepan, cita-cita dan harapan para anggota agar koperasi SMB sebagai sebuah warisan (life of lagecy) yang perlu diperkuat dan ditumbuhkembangkan sebagai bentuk kegiatan ekonomi bagi kesejahteraan anggota pada lingkungan dimana para nggota berdomisili. Anggota Kop SMB saat ini sebanyak 160 orang anggota dengan aset sebesar Rp. 75.000.000, terdiri dari simpanan anggota dan hasil usaha selama semester I tahun 2010. Melalui media Borobudur, diharapkan warga perantau asal Jateng dapat berperan aktif sebagai anggota koperasi. Untuk menjadi anggota cukup mengisi formulir dilengkapi FC ktp dengan membayar simpanan pokok anggota sebesar Rp. 200.000 yang dibayarkan sekali dan simpanan wajib sebesar Rp. 20.000 yang dibayarkan setiap bulan sekali. Walaupun layanan yang masih terbatas, namun dengan antusias dan semangat pengurus ditengah kesibukan dalam kesehariannya senantiasa melaksanakan kewajiban secara professional sebagaimana yang dituntut dalam undang-udang koperasi no.25 tahun 1992.
Hasil yang disepakati dalam RAT Pertama antara lain penyederhanaan jumlah pengurus, pengesahan laporan pertanggung jawaban pengurus, penguatan modal koperasi melalui kemitraan dengan lembaga terkait. Sejalan dengan keberadaan Bank Jateng yang telah membuka cabangnya di Jakarta, juga diharapkan dapat lebih meningkatkan produktivitas kegiatan koperasi secara optimal. Kewajiban para anggota dalam melakukan pembayaran simpanannya dapat menggunakan akses perbankan di Bank Jateng dengan No. Rek 1.036.00044-5, dan Bank Mandiri KCP Pramuka dengan No. Rek 006.0006185965. []

Tuna Satak... Bathi Sanak...

Oleh: Giri Suseno Hadihardjono


“Dalam lingkungan masyarakat Jawa, terutama pada masa-masa lalu, dikenal ungkapan “Tuno Satak Baţi Sanak”, yang menjadi judul tuisan ini. Apa dan bagaimana makna dari ungkapan itu serta adakah relevansinya dengan masa kini mari kita telaah bersama. Para Pembaca yang mempunyai pandangan/pendapat tentang ungkapan ini dipersilahkan menanggapi dan mengkoreksinya untuk memperkaya pemahaman tentang makna dari ungkapan itu. Penulis menantikan tanggapan-tanggapan itu.
Dalam pengertian sederhana Tuno berarti rugi dan Baţi berarti untung, dua kata yang maknanya berlawanan. Sedangkan Satak adalah sejenis ikan kecil yang dalam ungkapan itu digunakan untuk simbol kebendaan atau uang, Sanak dapat berarti saudara atau dapat diperluas menjadi kerabat atau bahkan teman, biasanya yang mempunyai nilai tersendiri atau kedekatan dan kedudukan baik dalam hati. Jadi secara harfiyah ungkapan “Tuno Satak Baţi Sanak” berarti “rugi uang/benda keuntungannya mendapat saudara/teman”. Ungkapan harfiyah ini memberi pelajaran kepada kita bahwa saudara/teman itu lebih berharga dibanding uang/benda. Ini dinyatakan dengan kata “baţi” yang berarti beruntung, jadi dibanding dengan kerugiannya justru mendapat keuntungan. Oleh karena itu kita harus ikhlas rugi uang/benda karena kita mendapat saudara/teman. Ungkapan ini dimaksudkan untuk mengajarkan kepada kita agar dalam kehidupan yang kita jalani jangan kita mengejar kebendaan saja. Masih banyak hal-hal yang membuat hidup kita indah dan bermakna, antara lain adalah memiliki saudara atau teman, apalagi saudara/teman itu orang-orang yang soleh/soleha yang akan membawa keceriaan atau kebahagiaan ke dalam kehidupan kita. Namun dapat juga arti ungkapan itu dibelokkan atau diinterpretasikan secara salah menjadi: “Teman itu dapat dibeli” artinya orang akan menjadi teman karena pengaruh kebendaan atau uang, sehingga digunakan istilah “dibeli” itu.
Makna lebih dalam dari ungkapan itu dapat dilihat dari dua aspek yaitu Aspek duniawi dan Aspek spirtual.

Aspek Duniawi
Hargailah persaudaraan/pertemanan itu diatas nilai uang/benda.
Pada masa kini, kehidupan kita sangat banyak dipengaruhi oleh pandangan-pandangan modern yang datang dari dunia barat yang meletakkan nilai uang atau kebendaan di prioritas atas. Suatu kehidupan, termasuk kebahagiaan, kemajuan, martabat, kedudukan dalam masyarakat diukur dari uang atau benda yang dimiliki. Makin besar kekayaan materi (uang dan benda) yang dimiliki makin tinggi kedudukannya dalam masyarakat. Sayangnya pada saat ini pandangan semacam ini sudah menjadi pandangan masyarakat luas. Padahal belum tentu orang-orang semacam ini memberikan “manfaat” pada masyarakat luas. Bahkan kadang kala untuk mendapatkan kekayaan yang melimpah itu tidak segan-segan mengorbankan kepentingan masyarakat. Padahal Rasullulah saw mengingatkan kita “sesungguhnya sebaik-baik manusia adalah yang memberi manfaat pada orang lain”.
Zaman sekarang pengertian pentingnya persaudaraan/persahabatan ini sering diselewengkan. Mereka yang memilki harta yang berlimpah tidak jarang “membeli” persaudaraan/persahabatan itu. Pada dasarnya teman atau saudara yang didapat dengan cara ini rela diperlakukan sesuka yang membeli itu selama uang masih mengalir kepada mereka. Jadi pertimbangan orang-orang yang mau menjadi teman itu semata-mata perhitungan keuntungan financial. Pada saat uang atau benda itu tidak mengalir maka berhentilah pertemanan dan persaudaraan itu. Kita melihat banyak contoh seperti ini.
Di dalam dunia bisnis/perdagangan, konsep “Tuno Satak Baţi Sanak” iini mengajarkan pentingnya “pelanggan”. Bagaimana hubungan pengusaha dengan pelanggan dipengaruhi sikap-sikap dari pengusaha. Pengusaha yang memperlakukan customer dengan baik dan tidak semata-mata mencari keuntungan sebesar-besarnya akan mendapatkan customer yang lebih banyak. Pelanggan itu akan merasa “diuwongke”, yaitu perasaan yang nilainya lebih tinggi dari uang. Mereka tidak sekedar dikenal dalam hubungan pengusaha dan pelanggan tetapi mereka sudah menjadi “sanak” yang nilainya tidak dapat diukur dengan uang. Mereka yang begerak di dunia “services” (pelayanan) sangat perlu untuk memahami pentingnya kepuasan pelanggan. Ini ditempatkan diatas pertimbangan keuntungan financial. Tidak segan-segan untuk mendapatkan simpati pelangganan atau bahkan mendapatkan loyalitas, pengusaha menyelenggarakan program-program yang membutuhkan dukungan finansial yang cukup besar (konsep Tuno Satak). Para pengusaha yang sukses dengan pelanggannya tidak segan membuat customer loyalty program yang membutuhkan pembeayaan yang cukup besar yang tentu saja akan menambah pengeluaran perusahaan. Namun demikian dengan membuat pelanggan itu menjadi “sanak” maka hubungan akan menjadi lebih mudah dan tidak kaku. Pada akhirya pelanggan akan merasa comfortable dan puas dalam melakukan transaksi dengan pengusaha itu.
Konsep ini juga merupakan bentuk lain dalam menyampaikan pentingnya network (jejaring). Konsep network tidak hanya didasarkan pada pertimbangan untung – rugi finansial, tetapi keyakinan bahwa network atau jejaring itu akan memberikan manfaat yang lebih luas pada bisnisnya di masa kini maupun depan. Mungkin pula tidak langsung kepada bisnisnya tetapi dapat memberi manfaat kepada diri pribadinya atau keluarganya. Siapa tahu pada suatu ketika anak atau cucunya ingin masuk ke suatu perguruan tinggi terkenal di luar negeri,yang mensyaratkan rekomendasi dari alumni perguruan tinggi itu, ternyata dari salah seorang dalam network itu dapat member rekomendasi sehingga si anak atau cucu itu diterima di perguruan tinggi terkenal di luar negeri itu, dsb.
Paguyuban Jawa Tengah juga merupakan satu bentuk dari konsep “Tuno Satak Baţi Sanak” ini. Dalam Paguyuban ini tidak ada kepentingan-kepentingan komersial/financial. Tetapi Paguyuban sebagai wadah pertemuan warga Jawa Tengah memungkinkan hadirnya kesempatan bagi warga Jawa Tengah untuk membentuk network yang dapat menuju pada keuntungan-keuntungan financial bagi masing-masing. Para warga Jawa Tengah dengan konsep Tuno Satak Baţi Sanak itu membangun kebersamaan untuk kemajuan bersama, termasuk “Bali Ndeso” itu. Organisasi Paguyuban sendiri sebagai wadah non profit menerapkan konsep ini dengan baik.

Aspek Spiritual
Konsep Tuno Satak Baţi Sanak ini juga sesuai dengan perintah Allah untuk kita ber-sedekah dan membayar zakat. Dalam konsep sedekah ini bahkan Allah memberikan kembali kepada kita rizki yang besarnya berlipat-lipat kali sedekah yang telah kita keluarkan itu. Surat Al Baqarah (2:261) menyatakan: “Perumpamaan orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah seumpama sebutir biji yang menumbuhkan tujuh tangkal, pad tiap-tiap tangkal itu berisi seratus biji. Dan Allah melipatgandakan bagi siapa saja yang dikehendaki-Nya dan Allah Maha Luas karunia-Nya lagi Maha Mengetahui”.
Dalam Al Qur’an dinyatakan bahwa pada waktu kita meninggal dunia, hanya tiga hal yang mengikuti kita. Lain-lainnya yang kita cintai dan yang kita miliki tidak mengikuti. Tiga hal itu adalah Amal jariah kita selama kita hidup, ilmu yang kita amalkan dan berguna bagi orang lain, serta do’a anak-anak yang sholeh/shaleha. Dari sini terlihat bahwa amal adalah bagian yang sangat penting bagi kehidupan masa depan. Banyak ayat di dalam Al Qur’an yang menjelaskan tentang amal yang kita keluarkan adalah salah satu jaminan kita bakal diterima Allah pada waktu kita mati. Tuno Satak Baţi Sanak mengajarkan kepada kita bahwa Baţi yang kita dapatkan bukan sekedar sanak biasa tetapi juga jaminan akherat.
Disamping Tuno uang atau benda, pengertian Tuno Satak juga dapat dilihat dari sisi kerugian kenikmaatan duniawi. Sedangkan Baţi Sanak dapat kita lihat lebih luas lagi, “sanak yang baik” yaitu orang-orang sholeh, malaikat dan mahluk Allah lainnya penghuni sorga. Jadi konsep Tuno Satak Baţi Sanak dapat dilihat dari sisi spiritual sebagai konsep kehidupan utuh: dunia – acherat. Jangan segan-segan kita mengalami kerugian duniawi karena kita akan mendapatkan keuntungan berupa keselamatan di acherat.
Sementara itu, bagi yang tidak melakukan kuwajibannya menunaikan zakat ada ancaman menjadi orang musyrik. Surat Fushshilat (41:6-7) menyatakan: “---Dan celakalah bagi orang-orang musyrik, (yaitu) orang-orang yang tidak menunaikan zakat dan mereka ingkar akan hari akhirat.” Jadi dalam konsep Tuno Satak Baţi Sanak itu terkandung ketaatan kita kepada Allah SWT dan sekaligus menjalankan perintahnya.

Jadi bagaimana dengan Anda?

Upacara Adat Tingalandalem Jumenengan Ke-6 ISKS

Paku Buwonq XIII Karaton Surakarta Hadiningrat


Upacara Adat Tingalan Jumenengan Ke-6 ISKS. PB. XIII Karaton Surakarta Hadiningrat merupakan implementasi eksistensi raja di Karaton Surakarta. Pada tahun ini jatuh pada tanggal 8 Juli 2010 atau 25 Rejeb Dal 1943. Rangkaian acara yang merupakan paugeran baku adalah dipergelarkannya Tarian Sakrat Bedhaya Ketawang. Tarian ini dalam setiap tatacara lidak bisa digantikan dengan tarian yang lain. Upacara Adat Tingalandalem Jumenengan merupakan salah satu upacara adat yang wajib dilaksanakan di karaton Surakarta. Namun demikian, harus memenuhi dan mengikuti pakem yang sudah digariskan oleh Dinasti mataram dan tidak bisa dibuat aluran semaunya sendiri. Tata cara bisa menyesuaikan dengan kondisi jaman, tetapi Upacara Adat Tingalan Jumenengan tidak dapat dirubah karena mempunyai nilai Illosofi yang tinggi.
Ajaran leluhur selalu mengedepankan tuntunan dari sesuatu yang kelihatan. Dengan demikian bila ada sekelompok orang yang mengadakan tatacara Tingalandalem Jumenengan di luar paugeran yang ada, maka itu bukan sebuah Upacara Adat Karaton Surakarta Hadiningrat, hanya sebuah prosesi yang justru membingungkan masyarakat serta menciderai ajaran Leluhur. Karaton sekarang mempunyai visi-misi pokok yang berbeda ketika masih menjadi pusat pemerintahan (Kuthanagara), demikian juga dengan kedudukan raja yang sudah berbeda. Dahulu Raja merupakan Kepala Pemerintahan dan pemegang kebijakan, sebagai titisan dewa (Raja Gung Binathara) sebagai walilullah ( Sayidin Panatagama). Sekarang Karaton surakarta yang merupakan bagian dari NKRI, raja hanya merupakan Kepala Adat dalam Komunitas Adat, dalam ruang lingkup yang terbatas.
Karaton Surakarta merupakan Lembaga Adat yang masih menjalankan semua Upacara Adat yang diamanatkan oleh leluhur sejak Dinasti Mataram. Dengan kata lain Karaton Surakarta merupakan warisan budaya leluhur milik bangsa Indonesia dari keluarga besar dinasti Mataram Surakarta.. Sebagai konsekuensinya adalah tetap mempertahankan dan mempunyai tanggung jawab moral terhadap eksistensi Karaton Surakarta. Dalam menjalankan pemerintahan ditiap bebadan yang ada, secara sinergi sejalan dengan visi misi pemerintah kota, propinsi maupun pemerintah pusat. Untuk itulah, karaton Surakarta berupaya untuk memposisikan diri tetap dapat bermanfaat bagi masyarakat dengan memberdayakan pengembangan ekonomi kerakyatan yang berbasis kearifan budaya lokal.
Rangkaian yang menyertai tatacara Tingalandalem Jumenengan tahun ini adalah :
- Sarasehan Nasional dengan tema: Pengembalian Status Daerah Istimewa Surakarta dan Potensi Wilayah Jawa Selatan tanggal 27 Juni 2010 di Sasana Handrawina
- Kongres Nasional Ke-1 PaKaSa tanggal 27 Juni 2010 di Sasana Handrawina, yang secara aklamasi mempercayakan kembali DR. KP. Wirabhumi, SH.MM sebagai Pangarsa Punjer PaKaSa.
- Jamasan Kagungandalem Gangsa/ Gamelan mulai 21 Juni 2010
- Ajar-ajaran Bedhaya di Sasana Sewaka tanggal 29 Juni-5 Juli 2010
- Wisuda Abdidalem tanggal 4 Juli dan 7 Juli 2010 di Bangsal Smarakata
- Wisuda Sentanadalem tanggal 7-8 Juli 2010 di Bangsal Sidikoro
- Pentas wayang orang di Sasana Sumewa Pagelaran
- Pameran budaya tanggal 1-5 Juli 2010 di Pagelaran Karaton Surakarta.
- Keraton Arts Festival di Pagelaran / Sitihinggil berupa serangkaian kegiatan budaya (demo upacara adat, pentas seni dan lain-lain).
Karaton Surakarta mendukung upaya kelompok-kelompok seni di luar Karaton Surakarta baik wayang orang, ketoprak maupun kesenian lainnya. Karaton Surakarta bahkan juga mendukung siapapun yang menyelenggarakan pentas seni yang bersumber dari Karaton Surakarta, namun pihak Keraton menyayangkan adanya orang-orang yang sengaja bersama-sama dan dilakukan secara terus-menerus., setidaknya selama 6 tahun ini telah merusak tatanan adat di Karaton Surakarta Hadiningrat.
Menyikapi hal lersebut, Keluarga Besar Karaton Surakarta Hadiningrat yang dimotori oleh mereka yang telah mendapat amanat langsung dari almarhun SISKS. PB. Xll bersama dengan elemen yang mewakili trah-trah dinasti matarain Paku Buwana, sepakat membentuk Lembaga Dewan Adat. (LDA). Lembaga ini tugas utamanya adalah menjaga dan melestarikan khasanah budaya Jawa yang bersumber dari Karaton Surakarta Hadiningrat, dan berpedoman kepada hukum adat dan nilai-nilai tradisi budaya Karaton Surakarta yng bersifat universal. LDA selanjutnya bertugas menjaga tetap tegaknya Negara Kesatuan Republik Indonesia, sesuai dengan amanat penggabungan wilayah nagari Surakarta kedalam satu wadah tunggal yaitu Negara Kesatuan Republik Indonesia, pada tahun 1945. LDA juga berfungsi sebagai penjaga pilar eksistensi kebudayaan Karaton Surakarta Hadiningrat dari oknum-oknum yang mengaku menjadi raja Karaton Surakarta serta dengan orang-orang nya merusak nilai-nilai budaya Jawa yang bersumber dari Karaton Surakarta. LDA juga wajib membetengi Raja, Sentana, Abdi, Kawula dari pikiran-pikiran, tindakan, baik sendiri dan atau bersama-sama yang secara substansi telah melenceng dari tatanan angger-angger Karaton Surakarta Hadiningrat. Sudah barang tentu Lembaga ini akan dipertahankan dari generasi ke generasi sekanjutnya, agar arah dan kebijakan Karaton Surakarta Hadiningrat dapat dipertanggungjawabkan, tidak saja oleh seluruh pewaris dinasti Mataram, tetapi juga kepada masyarakat bangsa dan Negara, karena senyatanya Karaton Surakarta Pladiningrat dan entitas budaya baik artefak maupun maintefak adalah khasanah budaya bangsa yang wajib dijaga pelestariannya.
Terakhir, Karaton Surakarta Hadiningrat tidak akan terpengaruh tindakan-tindakan oknum yang tidak bertanggung-jawab, baik warga biasa/mantan pejabat Negara yang bermaksud mengacau jalannya prosesi adat budaya di Karaton Surakarta Hadiningrat, dan akan terus memelihara dan melestarikan nilai-nilai budaya sekalipun ada satu, dua, tiga bahkan sepuluh orang sekalipun yang mengaku sebagai raja Karaton Surakarta Hadiningrat. Harapan kami kepada masyarakat, Pemerintah dan Media untuk dapat menjadi benteng dalam mempertahankan budaya di Surakarta melalui porsi dan kapasitas yang dimilikinya.[]

Nyaman dengan bus



Bus merupakan salah satu angkutan umum yang bisa dimanfaatkan pemudik. Mengapa? Karena memilih angkutan umum ketimbang sepeda motor, berarti pemudik secara tidak langsung ikut berpartisipasi mengurangi angka kecelakaan lalu lintas. Lantas, bagaimana agar bisa mudik nyaman dengan bus? Berikut adalah beberapa tips yang bisa dipergunakan:
- Jika tiket sudah di tangan, perhatikan alamat pemberangkatan, jam keberangkatan, dan nomor tempat duduk. Pastikan pula nomor polisi bus yang akan mengantarkan Anda ke kampung halaman. Pastikan barang bawaan dalam kondisi aman dan tidak terlalu berlebihan. Untuk menghindari tertukar, pastikan barang bawaan Anda, terutama yang di bagasi, dibubuhi nama dan tujuan.
- Bawa uang tunai secukupnya. Untuk menghindari kemungkinan buruk, walau Anda memiliki ATM, tapi uang tunai tetap dibutuhkan, meski sebaiknya tidak dalam jumlah terlalu banyak. Simpan uang Anda di tempat yang berbeda. Misalnya, sebagian di saku celana, sebagian di dompet, dan sebagainya.
- Bawa peralatan pendukung. Bawalah ponsel untuk mempermudah komunikasi dan proses penjemputan. Selain ponsel, banyak peralatan pendukung yang tidak boleh terlewatkan. Antara lain pakaian, selimut, jaket, dan obat-obatan ringan.
- Siapkan bekal. Melakukan perjalanan jauh pastinya Anda juga membutuhkan energi ekstra. Membawa bekal sendiri untuk berjaga-jaga sangatlah tepat. Buah-buahan bisa jadi bekal yang bagus untuk perjalanan panjang. Selain serat yang mengenyangkan, buah juga menyediakan energi dan sejumlah gizi antioksidan sebagai penangkal kelelahan. Anda bisa juga membawa makanan ringan lain sehingga kalau dalam perjalanan Anda terjebak macet, tak akan menjadi masalah.
- Agar tak bosan di jalan, Anda bisa membawa buku atau bahan bacaan lain. Ponsel juga bisa dimanfaatkan untuk mengurangi rasa jenuh. Hanya saja yang perlu diingat, sebaiknya sebelum berangkat, baterai ponsel dalam keadaan penuh. Jangan sampai di tengah asyiknya ber-SMS atau main facebook, mendadak baterai habis, padahal di saat yang sama, Anda masih memerlukannya untuk berkomunikasi. Pastikan juga Anda membawa charger-nya, sehingga tetap bisa mengisi baterai selama di kampung.[]

Yang Kerap Lupa dalam Mudik…



Terkait persiapan mudik, secara umum kita biasanya lebih fokus pada mempersiapkan kebutuhan yang bersifat teknis. Di luar itu, kita kerap lupa ada hal yang lebih penting yang harus kita persiapkan juga. Berikut beberapa faktor yang mesti juga kita ingat:
- Berdoa. Niatkan bahwa tujuan kita selalu berada dalam ridho dan izin-Nya. Kita tidak pernah tahu apa yang akan terjadi, yakinlah selalu ada kekuatan Allah SWT yang mengatur itu semua. Berdoalah sebelum berangkat agar perjalanan kita senantiasa dalam lindungan-Nya.
- Siapkan mental. Mudik memerlukan kesiapan mental yang kuat. Apalagi bila Anda memilih menggunakan kendaraan sendiri. Buat senang perasaan Anda, hilangkan beban dan rasa khawatir yang berlebihan.
- Buka wawasan. Perluas pengetahuan terkait segala hal tentang mudik, mulai dari kondisi terkini, rute mudik plus jalur alternatif, dan informasi lainnya yang berkaitan dengan mudik. Membekali diri dengan peta mudik akan lebih baik.
- Beristirahat. Dalam perjalanan, jika merasa ngantuk dan letih jangan paksakan diri untuk terus melaju. Letih dan kantuk merupakan pertanda bahwa kebugaran tubuh sudah menurun dan perlu beristirahat. Beristirahatlah setelah maksimum tiga jam tanpa henti perjalanan.
- Relaksasi. Dalam beristirahat, lakukan relaksasi agar tubuh bugar dan otot-otot kembali kendur. Bukalah helm, kendorkan semua ikatan seperti sarung tangan, ikat pinggang, sepatu, lakukan olahraga ringan, dan hirup udara sebanyakbanyaknya.
- Periksa kendaraan. Selagi santai, sempatkan memeriksa kendaraan termasuk memeriksa baut-baut pada poros ban, tekanan angin pada ban dan oli.
- Bersabar, jangan terprovokasi kendaraan lain. Dalam perjalanan, berkendaralah sewajar mungkin. Jangan memaksa di luar batas kemampuan alias memacu kendaraan di luar batas kemampuan.
- Kuasai medan. Pastikan Anda menguasai jalan dan mampu melihat dengan jelas dan luas.
- Atur Muatan. Bagi pengendara motor, bila membawa penumpang, upayakan penumpang agar bisa “sejiwa” dengan Anda dan menyesuaikan gerak dan posisi Anda. Tidak banyak bergerak, tidak menurunkan kaki dari pedal, posisikan penumpang ke arah depan dari as ban belakang. Dengan kata lain, penumpang harus sedekat mungkin dengan pengendara.[]

CATATAN MUDIK LEBARAN REVIEW SEMANGAT BALI NDESO, MBANGUN DESA

Bagi mereka yang berduit mungkin akan memilih naik pesawat atau kereta kelas eksekutif. Tapi, bagi yang kemampuan ekonominya pas-pasan pasti larinya ke angkutan bus atau kereta api kelas ekonomi. Atau yang mudik hanya antar kota dalam provinsi jarak dekat lebih memilih naik motor saja. Meski begitu, fenomena ini tak jarang menimbulkan masalah.
Salah satu upaya yang dilakukan adalah menggandeng beberapa instansi untuk mencarikan solusinya, seperti munculnya ide mudik bersama. Beragam upaya digagas untuk mengatasinya. Seperti mudik bersama yang dilakukan beberapa instansi, sebuah pilihan di saat harga tiket melambung tinggi. Paguyuban Jawa Tengah (PJT) misalnya, bersam dengan Kantor Perwakilan Jawa Tengah telah menggagas program mudik bersama sejak beberapa tahun lalu. Mulanya tak banyak bus yang disediakan, tapi dari tahun ke tahun kegiatan ini terus memperoleh dukungan. Buktinya banyak juga pihak yang mau menyeponsori program ini. Belum lagi tiap tahun jumlah pemudik selalu bertambah.
Menurut Leles Sudarmanto, Ketua Panitia Mudik Bersama, problem mudik ini adalah persoalan bersama. Karena itu, harus ada kepedulian dari pemerintah maupun pihak swasta terhadap karyawan maupun masyarakat umum. Tak hanya di sektor formal saja, tapi juga sektor informal. ”Dari awal kami terus menggalang koordinasi dengan Pemprov Jateng dan Pemerintah Kabupaten/Kota di Jawa Tengah untuk mengadakan mudik gratis seperti ini sebagai agenda tahunan bagi warga Jateng yang berada di DKI Jakarta dan sekitarnya,” katanya dengan penuh semangat.
Ditambahkannya, untuk tahun ini akan muncul lonjakan peminat mudik bersama karena harga tiket yang terus naik. Logikanya sederhana saja, jika mudik dengan bus umum untuk sampai ke daerah-daerah di Jawa Tengah, seorang pemudik harus mengeluarkan dana lebih dari Rp 100 ribu. Hal ini jelas akan memberatkan pemudik.
Yang pasti, program ini bertujuan untuk mempermudah masyarakat pulang ke kampung halamannya.”Semua orang punya hak yang sama untuk bisa bertemu sanak saudaranya,” imbuh Bung Leles mantap. Termasuk kaum buruh pabrik, karyawan kelas bawah, dan masyarakat pinggiran kota. Mudik bersama jelas memberikan keceriaan
bagi para pemudik, disamping mereka bisa bersama-sama pulang ke kampung halaman dengan free alias gratis, mereka juga akan dimanjakan dengan banyaknya hadiah dan produk dari para sponsor. ”Itu sudah merupakan komitmen kami, sebagai pengurus Paguyuban Jawa Tengah untuk selalu memberikan sumbangsih pengabdian sekaligus sebagai wujud kepedulian sosial bagi sesama warga Jawa Tengah,”tegasnya lagi.
Dalam wawancara tersebut, bung Leles juga menghimbau dan mengajak seluruh paguyuban daerah untuk dapat berperan aktif dalam menggerakkan anggotanya guna seguyub untuk bersama-sama membangun Jawa Tengah melalui semangat mudik sebagaimana ajakan Gubernur Jateng dengan konsepya ”Bali Ndeso, Mbangun Deso”. Jawa Tengah akan maju dan berkembang manakala masyarakatnya juga peduli dan aktif dalam mengawal pembangunan.
Untuk melaksanakan kegiatan tahunan itu, PJT telah mendirikan dua pos pendaftaran, yaitu di Kantor PJT, Jalan TB. Simatupang No.19 Kampung Rambutan dan di Kantor Perwakilan Jawa Tengah. ”Rencanaya kami buka pendaftaran samapai tanggal 24 Agustus, namun antusiasme warga Jateng sungguh cepat reaksinya, sehingga sebelum tanggal 24 Agustus kuota bus sebanyak 145 bus telah terpenuhi,”lanjutnya. Sebagaimana diketahui, bahwa mudik tahun ini terjadi peningkatan penyedian armada angkut, tahun lalu hanya berjumlah 120 bus, tahun ini menjadi 145 bus yang sebagian dari bantuan Pemprov Jateng dan separonya dari bantuan Bupati/Walikota se-Jateng. Dengan perkiraan peserta mudik lebih dari 7.800 orang, pastinya mudik tahun ini menjadi lebih semarak dan tentunya pengaturannya tidak sederhana.
Rencananya, pemberangkatan akan dilaksanakan dari Museum Purna Bhakti Pertiwi pada minggu, 5 september yang berarti H-5 lebaran. Pemberangkatan sedianya akan dilepas secara simbolis oleh Gubernur Jateng, Bibit Waluyo. ”Jadwal pemberangkatannya dimulai pukul 09.00 hingga selesai,” tegas Bung Leles.
Di antara berbagai rute itu, yang paling banyak dituju adalah Solo, Wonogiri dan Kebumen. ”Dari banyaknya pendaftar dari daerah tertentu tadi dikarenakan sosialiasi dari paguyuban daerahnya sehingga mendapat respon cepat dari warganya,” kata Untung RS, salah satu petugas pendaftaran. Setiap hari tidak kurang dari 100 orang rela antri mendaftar. Oleh karena itu, diharapkan tahun-tahun mendatang, mudik dapat dijadikan sarana untuk menghidupkan kembali semangat paguyuban sehingga masing-masing daerah dapat berpatisipasi secara berimbang. Di jakarta tidak kurang dari 40 paguyuban daerah asal jawa tengah telah ada, namun yang eksis bisa dihitung dengan jari. Hal ini mungkin lebih dikarenakan semangat kebersamaan yang belum terpatri dan banyak juga pengurus paguyuban yang belum memiliki jiwa entrepreneurship, sehingga wadah paguyuban hanya dijadikan tempat kongkow-kongkow dan kumpul semata.
”Sebetulnya banyak potensi yang bisa digarap. Banyak sekali pengurus paguyuban berasal dari kalangan birokrat dan pengusaha. Mereka bisa diajak untuk rembug tentang kondisi di daerah asalnya untuk mewujudkan impian para pendiri bangsa dalam mewujudkan kesejahteraan masyarakat yang sampai saat ini masih belum merata,” papar H.S. Hartono, salah seorang Ketua di PJT. Lebih jauh dia menjelaskan bahwa sekarang ini semangat ’Bali Ndeso, Mbangun Deso’ sudah menjadi isu nasional yang berarti bahwa seluruh elemen bangsa setidaknya merasa bertanggung jawab akan pembangunan daerah, ibaratnya kacang tidak lupa akan kulitnya.
” Saya melihat teman, baik yang di PJT maupun di paguyuban-paguyuban daerah sudah mulai muncul semangat itu (mbangun Deso-red). Namun tidak cukup hanya dengan modal semangat, tetapi juga karya nyata. Alhamdulillah saat ini PJT telah mampu mendirikan koperasi dengan berbagai unit usaha, termasuk yang menjadi unggulan adalah simpan pinjam. Terlebih saat ini telah berdiri Bank Jateng di Jakarta, sehingga bersama-sama dengan koperasi dapat diarahkan untuk memberikan fasilitas kredit dan pembiayaan modal usaha bagi warga Jawa Tengah. Kami himbau paguyuban-paguyuban lain dapat melakukan hal serupa,” tandas Beliau yang dikenal dermawan di kalangan teman sejawatnya. Karena untuk pertama kalinya, sejak PJT berdiri selalu berkantor di rumah atau kantor Ketua nya, namun berkat kedermawanannya, Kantor PJT tampak terlihat gagah dan megah di pinggir jalan TB. Simatupang. (red-TH)

Inspirasi Pembangunan Perdesaan dari Aljazair

Masyarakat desa yang bertenaga secara sosial; berdaulat secara politik; berdaya secara ekonomi; dan bermartabat secara budaya hanya dapat terwujud, jika pemerintah menerapkan kebijakan pembangunan dengan keberpihakan tinggi terhadap daerah perdesaan. Inilah salah satu poin krusial yang didapatkan oleh Tim Pansus RUU Pembangunan Perdesaan dari kunjungan kerja ke Aljazair.
Dalam catatan penulis, pemerintah Aljazair menjadikan pembangunan perdesaan sebagai salah satu prioritas kebijakan pembangunan mereka. Kebijakan pro-desa ini lahir dari kenyataan geografis, demografis dan psikografis Aljazair, sebab 13, 8 juta dari 34.178.188 penduduk negara bekas jajahan Perancis ini tinggal di 1.541 daerah perdesaan (commune) di mana 971 dari commune tersebut adalah daerah tertinggal.
Berdasarkan realitas tersebut, pemerintah Aljazair melaksanakan pembangunan yang sangat memperhatikan kebutuhan masyarakatnya dengan tujuan agar pembangunan benar-benar efektif mewujudkan kesejahteraan yang adil dan merata. Karena itu, fokus pembangunan perdesaan di Aljazair pada pengembangan pertanian dan penyediaan infrastruktur jalan, listrik dan air bersih. Pemerintah Aljazair juga telah membangun 4.000 lebih proyek modernisasi infrastruktur di 971 commune yang masih tertinggal. Hal yang paling fenomenal adalah kebijakan pembangunan pemerintahnya yang telah membangun kurang lebih 1 juta runit rumah di daerah perdesaan yang diberikan secara gratis kepada penduduk desa. Kebijakan ini ditempuh agar para penduduk perdesaan tidak lagi hidup nomaden dan bersedia mendiami desa mereka untuk kemudian bersama-sama pemerintah membangun desa.
Komitmen dan keberpihakan pemerintah Aljazair dalam pembangunan perdesaan juga ditandai dengan diterbitkannya sejumlah langkah kebijakan pembangunan perdesaan yang integratif-komprehensif. Sejumlah kebijakan tersebut antara lain diwujudkan dengan melakukan reformasi peraturan dan hukum administrasi lembaga pemerintah daerah, reformasi PAD (keuangan dan pajak), peningkatan kapasitas manajemen pemeritah daerah, modernisasi sistem informasi dan komunisi daerah perdesaan serta mendorong partisipasi aktif seluruh unsur daerah dalam pembangunan infrastruktur perdesaan.
Pemerintah Aljazair juga menggelontorkan dana tak kurang 13,5 persen APBN mereka tiap tahunnya bagi pembangunan perdesaan. Selain itu, sejak sebelum tahun 2004 separo dari APBN Aljazair digunakan untuk membangun infrastruktur, jalan, bendungan, rel kereta api, pelabuhan, dan bandara. Patut dicatat disini bahwa sebagian besar dari pembangunan infrastruktur tersebut berada di daerah perdesaan.

Inspirasi Bagi Indonesia
Sementara itu, pembangunan perdesaan di Indonesia dinilai sebagian kalangan masih belum disertai dengan sebuah grand-strategy dan anggaran pembangunan perdesaan yang terpadu. Pemerintah lebih bertindak sebagai pelaku daripada fasilitator. Kemudian, peran yang diberikan kepada lembaga perdesaan kurang besar. Inilah yang menjadikan masyarakat perdesaan tidak berperan sebagai subyek melainkan obyek pembangunan.
Guna mengatasi hal di atas, dengan berkaca pada pembangunan perdesaan di Aljazair, maka RUU Pembangunan Perdesaan yang tengah dibahas oleh Pemerintah dan DPR diharapkan akan melahirkan sebuah undang-undang perdesaan yang mampu memberikan kepastian dan payung hukum bagi pemerintah dalam melaksanakan pembangunan perdesaan yang terpadu.
Keterpaduan desain pembangunan perdesaan beralas pada cara pandang tata ruang, studi kewilayahan, geografi perdesaan, ekologi kultural dan sumber daya desa. Kemajuan antar desa bergerak dengan pembangunan infrastruktur yang menghubungkan perdesaan dan perkotaan sejauh dijalankan melalui human capital dan social capital. Aspek human capital dalam hal ini fokus pada pendidikan agar manusia perdesaan dapat memanfaatkan sumber daya yang dimilikinya. Sedangkan social capital mendorong masyarakat perdesaan untuk menghasilkan sesuatu secara bersama-sama. Belajar dari pemikiran Bung Hatta (salah satu founding fathers) siasat ekonomi Indonesia dibangun oleh tenaga produksi manusia di desa yang terarah pada pengumpulan capital ekonomi Indonesia. Hal ini menghindari paradigma yang terbalik selama ini yaitu kapitalisasi terhadap desa sebagai wilayah administrasi saja.
Kedua, pembangunan massif dan terpadu infrastruktur perdesaan. Pemerintah Aljazair mengalokasikan setengah dari APBN mereka untuk pembangunan infrastruktur. Sebagian besar pembangunan infrastruktur itu dilakukan di daerah perdesaan. Bahkan pemerintah Aljazair membangun kurang lebih 1 juta unit rumah yang diberikan secara gratis untuk masyarakat perdesaan. Kebijakan ini menandakan bahwa pemerintah Aljazair memiliki keberpihakan yang tinggi pada pembangunan perdesaan utamanya pembangunan infrastrukturnya.
Di Indonesia, sebenarnya Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (2004) pernah mengungkapkan bahwa kebijakan fiskal dapat digunakan untuk menanggulangi masalah pengangguran dan kemiskinan dimana peningkatan pengeluaran pemerintah untuk pembangunan infrastruktur dapat menurunkan pengangguran secara signifikan. Namun, pengeluaran pemerintah untuk infrastruktur ternyata manfaatnya relatif kurang dapat dinikmati di pedesaan jika dibandingkan dengan perkotaan. Karenanya, selama 5 tahun terakhir pemerintah telah berusaha mengatasi masalah tersebut dengan menerbitkan sejumlah kebijakan pembangunan yang lebih pro masyarakat desa, antara lain melalui Program Pembangunan Infrastruktur Pedesaan (PPIP) dan PNPM Mandiri Perdesaan dan sebagainya.
Untuk itu, agar tidak terjadi kekeliruan dalam desain kebijakan pembangunan infrastruktur perdesaan, maka diperlukan suatu grand-strategy pembangunan infrastruktur perdesaan. Salah satu bentuk intervensi kebijakan berdasarkan grand-strategy adalah pemenuhan infrastruktur pedesaan yang mendukung mata pencaharian masyarakat desa.
Belajar dari Undang-Undang Nomor 08-16 tanggal 3 Agustus 2008, Menteri Pertanian dan Pembangunan Perdesaan (Ministere de L’agriculture et du Developpement Rural) Aljazair melakukan fungsi perlindungan terhadap infrastruktur perdesaan guna melindungi potensi-potensi desa dan sumber daya yang ada di dalamnya. Bahkan, pemerintah Aljazair dengan tegas mengatur anggaran disektor pertanian yang mendukung pembangunan nasional, semisal melalui kredit bank, bantuan keuangan yang saling menguntungkan. Undang-undang ini tersebut juga memberikan sanksi pidana terhadap siapa saja yang melanggar sumber daya pertanian yang diproteksi oleh pemerintah Aljazair.
Hal inilah yang membedakan dengan kondisi Indonesia, urusan pembangunan perdesaan tidak dilakukan oleh satu institusi yang benar-benar bertanggung jawab, berwenang, dan bertanggung-gugat terhadap pembangunan perdesaan sebagai pendukung pembangunan Indonesia. Secara tekno-sofi makna “pembangunan Indonesia” bukanlah pembangunan di Indonesia yang konotasinya hanyalah memihak para pemilik modal saja.
Akhirnya, tantangan bagi instrumen kebijakan pemerintah adalah membangun suatu sistem informasi modern melalui kelembagaan yang sanggup menghadapi tantangan sistem global. Kemiskinan yang melanda kawasan perdesaan dan perkotaan, melalui paradigma people-centered empowerment, teratasi oleh kekuatan masyarakat sendiri. Namun, ketertinggalan yang dihadapi sejumlah kawasan perdesaan tetaplah tanggung jawab negara dalam mewujudkan “tujuan nasional” yaitu menyejahterakan kehidupan bangsa. Marwan Ja’far, Wakil Ketua Pansus RUU Pembangunan Perdesaan DPR.[]