Gubernur Bibit waluyo minta agar para pengungsi jangan panik dan tetap tenang. Kepada masyarakat Gubernur mengucapkan terima kasih yang telah mengirimkan bantuan dan terus mengajak masyarakat lainnya untuk makin ‘gumregah’ untuk peduli kepada pengungsi /korban merapi. Bantuan dapat disalurkan via posko Provinsi dan Kabupaten agar lebih tepat sasaran, manfaat dan koordinir sesuai kebutuhan.
Gubernur Jawa Tengah, H. Bibit Waluyo mengemukakan bahwa untuk membantu para pengungsi Merapi akan disediakan hunian sementara serta tunjangan hidup Rp. 5.000,- per orang. "Jadi jika satu keluarga berjumlah 5 (lima) orang maka akan mendapatkan Rp. 25.0000,- setiap hari selama 6 (enam) bulan minimal. Jika dalam kondisi enam bulan belum dapat membantu akan ditambah lagi. Usulan ini telah mendapatkan respons yang positif dari pemerintah pusat dan akan ditindaklanjuti secepatnya”, ungkap di Jawa Tengah
Antara Provinsi Jateng dan Kaltim memang terjalin kerjasama dan kemitraan di berbagai bidang, termasuk tenaga kerja dan kerjasama sosial kemanusiaan. Bahkan Gubernur Kaltim, bersedia untuk menerima relokasi warga korban Merapi untuk ditempatkan di Kaltim sebagai transmigran. Usulan ini akan dibicarakan dengan Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi, mengingat transmigran asal Jateng selama ini merupakan pekerja yang baik dan Provinsi Kaltim juga akan memperlakukannya dengan baik.
Jumlah pengungsi yang sebelumnya mencapai 260.000 jiwa saat ini telah berkurang tinggal 76.762 jiwa, Senin (21/11) yang tersebar di 5 kabupaten, yaitu Kab. Magelang, Kota Magelang, Kab. Klaten, Kab. Boyolali dan Kab. Temanggung. Namun demikian, penangangan pengungsi tidak hanya sebatas pada tahap tanggap darurat, tetapi juga dalam upaya rehabilitasi dan rekonstruksi nantinya.
Sementara itu, kondisi rumah dan infrastruktur yang rusak akibat letusan Merapi belum terdata secara rinci. Sebagai gunung terunik dan teraktif di dunia yang kini banyak diteliti oleh para ilmuwan, Merapi menyimpan hkmah dan bencana. Secara berkala Merapi akan bererupsi, maka memang tidak layak untuk permukiman, khususnya pada radius 5 km dari puncak Merapi. Aktivitas pertanian dan peternakan masih bisa dilakukan, asalkan sewaktu ditetapkan dalam status Waspada, sudah harus tertutup untuk warga dan ternak juga bisa segera diungsikan menjauhi Kawasan Rawan Bencana.
Gubernur Jawa Tengah Bibit Waluyo menggugah rasa kemanusiaan para pengusaha di provinsi ini agar turut serta memberi bantuan kepada masyarakat korban bencana alam letusan Gunung Merapi. "Kejadian ini harus menjadi momentum bagi para pengusaha untuk meningkatkan solidaritas dan kebersamaan dengan masyarakat," kata gubernur ketika mengunjungi PT Indonesian Nan Ya Indah Plastics Corporation di Semarang, Rabu.
Menurut dia, masih terdapat sejumlah kebutuhan hidup para korban bencana ini yang belum dapat terpenuhi, khususnya makanan.
Banyumas - Sebanyak 25 desa yang tersebar di Kabupaten Magelang, Boyolali dan Klaten masuk dalam Kawasan Rawan Bencana (KRB) III dan dinyatakan tidak aman untuk ditempati. Terkait kondisi tersebut, sebenarnya Pemprov Jateng sudah mengusulkan agar 25 desa tersebut ditutup, namun saat ini usulan tersebut masih dalam kajian. Karenanya, Gubernur Jateng, Bibit Waluyo tengah berupaya untuk melakukan program transmigrasi.
Pernyataan tersebut disampaikan Gubernur, di sela-sela kunjungannya ke Banyumas, Jum’at (26/11). Menurut Gubernur, jangka panjang rehabilitasi korban Merapi paling tidak memakan waktu sampai dua tahun. Padahal, Merapi secara berkala minimal dalam kurun waktu 4-5 tahun sekali selalu mengeluarkan lahar panas.
Pada 25 desa tersebut setidaknya terdapat 10 ribu kepala keluarga (KK) dan 53 ribu jiwa. Sekarang ini Pemprov Jateng sudah mulai menjajaki kemungkinan untuk melakukan transmigrasi ke wilayah Kalimantan Timur dan Fak Fak, Papua.
“Saat rehabilitasi baru selesai dilakukan, kemudian ternak dan ladang milik warga sedang berkembang, tiba-tiba terjadi letusan lagi, kemudian mengungsi lagi. Apakah hal ini akan terus-menerus terjadi. Karena itu kita mengusulkan agar 25 desa tersebut ditutup, tetapi sampai sekarang pemerintah pusat masih melakukan pengkajian," katanya.
"Kami sudah melakukan komunikasi dengan Kalimantan Timur dan Fak Fak, Papua. Tetapi pemprov sifatnya hanya memfasilitasi dan berangkat tidaknya untuk bertransmigrasi tergantung dari warga di 25 desa tersebut," kata Bibit.
Sementara itu, disinggung tentang dana penanggulangan bencana yang masih tersisa di Pemprov, Gubernur menyatakan, sampai dengan bulan September lalu, dana bencana yang dimiliki pemprov masih sekitar Rp 21 miliar. Kemudian dialokasikan untuk bencana Merapi sekitar Rp 10 miliar, sehingga sekarang yang tersisa tinggal Rp 11 miliar.
Pemprov juga menerima dana bantuan dari pusat. Dan untuk rehabilitasi rumah murah sudah dianggarkan untuk 400 rumah, dimana masing-masing rumah mendapatkan bantuan Rp 6,5 juta. Selain itu juga ada bantuan untuk pengganti ternak.
"Selama dua minggu ke depan kita masih melakukan pendataan, sehingga belum diketahui total jumlah kerugian akibat bencana Merapi kemarin," kata Gubernur.
Pengusaha Jateng Kumpulkan Sumbangan Merapi Rp 4,27 Miliar
Gubernur Jawa Tengah Letnan Jenderal TNI (Purn) Bibit Waluyo
[SEMARANG] Pengusaha Jawa Tengah (Jateng) menggalang dana bencana Gunung Merapi pada Jumat (12/11) malam. Hasilnya cukup mencengangkan. Mereka berhasil mengumpulkan dana sebesar Rp 4,27 miliar.
Gubernur Jateng Bibit Waluyo berperan penting pada acara tersebut. Sebab dialah yang mengumpulkan mereka, termasuk mengumpulkan seluruh bupati/walikota se-Jateng dan para pejabat SKPD dalam malam dana peduli Merapi yang digelar di Gradhika Bhakti Pradja, Kantor Gubernur Jateng.
Jumlah dana yang terkumpul pada acara itu sebanyak Rp 4,27 miliar dan akan akan diserahkan untuk membantu para pengungsi Merapi di Klaten, Boyolali dan Magelang.
Penyumbang terbesar antara lain PT Industri Gula Nusantara Rp 500 juta plus gula 50 ton, BUMN perkebunan Rp 500 juta, Gunawan Tossa Sakti Rp 300 juta, Korpri Jateng Rp 250 juta, Bank Jateng Rp 200 juta, Wali Kota Semarang Soemarmo HS Rp 200 juta, serta Bupati Kendal Widya Kandi dan Bupati Karanganyar Rina Iriani masing-masing Rp 100 juta.
Acara malam dana Merapi menampilkan penyanyi papan atas Vina Panduwinata yang menyanyikan sejumlah tembang lawas yan pernah hits di era 80-an, antara lain ''Burung Camar'', serta budayawan Sujiwo Tedjo yang menampilkan monolog soal derita warga di lereng Merapi.
Gubernur Jateng Bibit Waluyo dalam sambutannya mengucapkan terima kasih kepada para penyumbang yang telah meringankan beban para korban letusan Gunung Merapi. Pemerintah merasa terbantu karena untuk penanganan bencana di tiga daerah, Kabupaten Magelang, Boyolali, dan Klaten, setiap hari setidaknya dibutuhkan dana Rp 1,5 miliar.
Dana itu aka disalurkan bagi 260 ribu pengungsi di tiga kabupaten yang dilanda bencana. Dana itu hanya untuk membantu biaya makan para pengungsi, belum untuk rekonstruksi yang butuh dana luar biasa banyak.
Mantan Pangkostrad itu menjelaskan, di tiga daerah tersebut Pemprov Jateng harus memikirkan rekonstruksi 13 desa di 4 kecamatan yang terletak kurang dari 5 kilometer dari puncak Merapi. Sebab, rumah dan mata pencaharian habis, pemerintah harus membangun sekitar 4 ribu rumah serta mensubsidi sekitar 18 ribu jiwa selama minimal 6 bulan.[]
Axiata Xlindo

Tampilkan postingan dengan label Fokus. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Fokus. Tampilkan semua postingan
Senin, 25 April 2011
GUBERNUR JATENG DAN WARGA JATENG MENGGUGAH KEPEDULIAN SOSIAL
TAHUN BARU, HARAPAN BARU, IMPIAN BARU
Tahun baru adalah suatu perayaan di mana suatu budaya merayakan berakhirnya masa satu tahun dan menandai dimulainya hitungan tahun selanjutnya. Budaya yang mempunyai kalender tahunan semuanya mempunyai perayaan tahun baru. Hari tahun baru di Indonesia jatuh pada tanggal 1 Januari karena Indonesia mengadopsi kalender Gregorian, sama seperti mayoritas negara-negara di dunia.
Sejarah
Tahun Baru pertama kali dirayakan pada tanggal 1 Januari 45 SM.[1] Tidak lama setelah Julius Caesar dinobatkan sebagai kaisar Roma, ia memutuskan untuk mengganti penanggalan tradisional Romawi yang telah diciptakan sejak abad ketujuh SM. Dalam mendesain kalender baru ini, Julius Caesar dibantu oleh Sosigenes, seorang ahli astronomi dari Iskandariyah, yang menyarankan agar penanggalan baru itu dibuat dengan mengikuti revolusi matahari, sebagaimana yang dilakukan orang-orang Mesir. Satu tahun dalam penanggalan baru itu dihitung sebanyak 365 seperempat hari dan Caesar menambahkan 67 hari pada tahun 45 SM sehingga tahun 46 SM dimulai pada 1 Januari. Caesar juga memerintahkan agar setiap empat tahun, satu hari ditambahkan kepada bulan Februari, yang secara teoritis bisa menghindari penyimpangan dalam kalender baru ini. Tidak lama sebelum Caesar terbunuh di tahun 44 SM, dia mengubah nama bulan Quintilis dengan namanya, yaitu Julius atau Juli. Kemudian, nama bulan Sextilis diganti dengan nama pengganti Julius Caesar, Kaisar Augustus, menjadi bulan Agustus.
Tahun baru di dunia
• Dalam kalender Baha'i, tahun baru jatuh pada tanggal 21 Maret yang disebut Naw Ruz.
• Rosh hasanah adalah perayaan tahun baru bagi umat Yahudi. Hari tersebut jatuh sebelum tanggal 5 September pada kalender Gregorian.
• Tahun baru Hijriyah dalam kalender Hijriyah dirayakan setiap tanggal 1 Muharam.
• Tahun baru Tiongkok atau Imlek jatuh pada malam bulan baru pada musim dingin (antara akhir Januari hingga awal Februari).
• Tahun baru Thailand dirayakan mulai tanggal 13 April hingga 15 April dengan upacara penyiraman air.
• Tahun baru Vietnam disebut Tết Nguyên Đán, dirayakan pada hari yang sama dengan Imlek.
Memaknai Tahun Baru
Dalam hitungan hari kita telah melewati tahun baru 2011. Bagi sebagian orang, pergantian tahun merupakan saat yang dinanti-nanti, namun bagi sebagian lagi masih diliputi tanda tanya bagaimana kondisi tahun depan. Setiap pergantian tahun, selalu diikuti dengan refleksi dan resolusi baru. Luangkan waktu untuk melihat kembali apa yang sudah kita raih dalam satu tahun yang telah lewat. Kemajuan apa saja yang sudah kita peroleh selama satu tahun dibandingkan dengan tahun lalu ? Apakah semua target yang kita tetapkan di awal tahun berhasil kita capai di tahun ini ? Adakah prestasi dan pencapaian terbaik yang ingin kita ulang kembali di tahun 2011 ? Adakah hal-hal yang ingin kita tingkatkan lebih baik lagi di tahun 2011 ? Apakah ada rencana dan target baru yang ingin kita raih di tahun 2011 nanti ? Apakah ada sesuatu yang baru yang ingin kita mulai di tahun 2011 ini ?
Hidupkan Impian Baru
Memasuki tahun baru, sebaiknya segera menetapkan impian baru. Apakah itu menghidupkan kembali impian lama yang belum terwujud atau benar-benar menetapkan impian baru yang hendak diraih di tahun 2011. Ingatlah bahwa sebuah kesuksesan dimulai dari sebuah impian yang memenuhi hati dan pikiran kita. Mulailah menetapkan impian Anda. Apakah itu impian sederhana seperti ingin mengganti laptop yang lebih baru misalnya, merenovasi rumah, mengganti mobil lebih baru, sampai impian lebih tinggi, mengikuti pendidikan lebih tinggi, menerbitkan buku baru atau membangun usaha baru misalnya. Apapun itu, yang pasti menghidupkan impian akan memberikan banyak manfaat bagi kita. Karena memiliki impian akan memberi motivasi bagi kita untuk bertindak mewujudkannya. Memiliki impian dapat menjadi arah bagi kita untuk melangkah kedepan. Bahkan menghidupkan impian seperti membangkitkan energi dari dalam diri, dapat menjadi pendorong bagi kita untuk memperkuat diri dalam menghadapi berbagai tantangan dan hambatan.
Memiliki impian dapat memberi kita dorongan untuk hidup lebih terencana, hidup lebih efisien guna merealisasikan mimpi kita. Mimpi dapat menjadi pendorong seseorang untuk melakukan tindakan yang terarah demi merealisasikan impian. Dengan impian akan menghidupkan harapan. Dengan harapan akan melahirkan tindakan. Dengan tindakan akan ada langkah kemajuan. Jadi, jika Anda belum punya impian baru di tahun yang baru, segeralah ambil alat tulis, dan mulailah menuliskan daftar impian yang ingin diraih. Kemudian tetapkan satu atau beberapa yang benar-benar ingin Anda prioritaskan untuk dicapai.
Rencana dan Tindakan
Memiliki impian saja tentu tidak cukup. Impian belum menjamin terealisasinya tujuan. Karena impian barulah langkah pertama yang akan memudahkan langkah-langkah berikutnya. Dengan impian, langkah-langkah berikutnya akan lebih terarah dengan baik. Setelah memiliki impian, langkah berikutnya yang sangat penting adalah memvisualisasikan impian tersebut menjadi sebuah tujuan yang jelas dan rinci. Kemudian mulailah menyusun rencana dan strategi untuk melakukan tindakan-tindakan dalam merealisasikan impian tersebut. Dengan demikian memiliki kejelasan impian sangatlah penting dalam membantu memudahkan menyusun rencana rinci dan tindakan yang diperlukan. Ingatlah bahwa impian tanpa rencana dan tindakan hanyalah sekedar impian. Ketika sudah menetapkan impian, menyusun rencana, berusahalah dalam tindakan selalu fokus pada impian dan rencana kita. Dengan fokus akan menjadi lebih bersemangat, lebih terarah dan melahirkan kreativitas untuk mencari berbagai cara baru dalam merealisasikannya.
Kalau hal itu dilakukan secara konsisten dan terarah, kita akan menikmati hasilnya di tahun mendatang. Arahkan hati dan pikiran kita tentang indahnya meraih kesuksesan dalam merealisasikan impian kita. Bayangkan pada saat akhir tahun nanti, ketika anda melihat kembali daftar mimpi anda dan banyak mimpi Anda yang berhasil Anda realisasikan. Sangat menyenangkan bukan ? Untuk itu tulislah daftar impian Anda. Tentu akan sangat menyenangkan kalau kita menuliskannya dan kemudian melihatnya kembali prestasi yang sudah kita raih selama perjalanan sepanjang tahun.
SELAMAT TAHUN BARU 2011. HIASI HIDUP ANDA DENGAN CAHAYA HARAPAN.
Sejarah
Tahun Baru pertama kali dirayakan pada tanggal 1 Januari 45 SM.[1] Tidak lama setelah Julius Caesar dinobatkan sebagai kaisar Roma, ia memutuskan untuk mengganti penanggalan tradisional Romawi yang telah diciptakan sejak abad ketujuh SM. Dalam mendesain kalender baru ini, Julius Caesar dibantu oleh Sosigenes, seorang ahli astronomi dari Iskandariyah, yang menyarankan agar penanggalan baru itu dibuat dengan mengikuti revolusi matahari, sebagaimana yang dilakukan orang-orang Mesir. Satu tahun dalam penanggalan baru itu dihitung sebanyak 365 seperempat hari dan Caesar menambahkan 67 hari pada tahun 45 SM sehingga tahun 46 SM dimulai pada 1 Januari. Caesar juga memerintahkan agar setiap empat tahun, satu hari ditambahkan kepada bulan Februari, yang secara teoritis bisa menghindari penyimpangan dalam kalender baru ini. Tidak lama sebelum Caesar terbunuh di tahun 44 SM, dia mengubah nama bulan Quintilis dengan namanya, yaitu Julius atau Juli. Kemudian, nama bulan Sextilis diganti dengan nama pengganti Julius Caesar, Kaisar Augustus, menjadi bulan Agustus.
Tahun baru di dunia
• Dalam kalender Baha'i, tahun baru jatuh pada tanggal 21 Maret yang disebut Naw Ruz.
• Rosh hasanah adalah perayaan tahun baru bagi umat Yahudi. Hari tersebut jatuh sebelum tanggal 5 September pada kalender Gregorian.
• Tahun baru Hijriyah dalam kalender Hijriyah dirayakan setiap tanggal 1 Muharam.
• Tahun baru Tiongkok atau Imlek jatuh pada malam bulan baru pada musim dingin (antara akhir Januari hingga awal Februari).
• Tahun baru Thailand dirayakan mulai tanggal 13 April hingga 15 April dengan upacara penyiraman air.
• Tahun baru Vietnam disebut Tết Nguyên Đán, dirayakan pada hari yang sama dengan Imlek.
Memaknai Tahun Baru
Dalam hitungan hari kita telah melewati tahun baru 2011. Bagi sebagian orang, pergantian tahun merupakan saat yang dinanti-nanti, namun bagi sebagian lagi masih diliputi tanda tanya bagaimana kondisi tahun depan. Setiap pergantian tahun, selalu diikuti dengan refleksi dan resolusi baru. Luangkan waktu untuk melihat kembali apa yang sudah kita raih dalam satu tahun yang telah lewat. Kemajuan apa saja yang sudah kita peroleh selama satu tahun dibandingkan dengan tahun lalu ? Apakah semua target yang kita tetapkan di awal tahun berhasil kita capai di tahun ini ? Adakah prestasi dan pencapaian terbaik yang ingin kita ulang kembali di tahun 2011 ? Adakah hal-hal yang ingin kita tingkatkan lebih baik lagi di tahun 2011 ? Apakah ada rencana dan target baru yang ingin kita raih di tahun 2011 nanti ? Apakah ada sesuatu yang baru yang ingin kita mulai di tahun 2011 ini ?
Hidupkan Impian Baru
Memasuki tahun baru, sebaiknya segera menetapkan impian baru. Apakah itu menghidupkan kembali impian lama yang belum terwujud atau benar-benar menetapkan impian baru yang hendak diraih di tahun 2011. Ingatlah bahwa sebuah kesuksesan dimulai dari sebuah impian yang memenuhi hati dan pikiran kita. Mulailah menetapkan impian Anda. Apakah itu impian sederhana seperti ingin mengganti laptop yang lebih baru misalnya, merenovasi rumah, mengganti mobil lebih baru, sampai impian lebih tinggi, mengikuti pendidikan lebih tinggi, menerbitkan buku baru atau membangun usaha baru misalnya. Apapun itu, yang pasti menghidupkan impian akan memberikan banyak manfaat bagi kita. Karena memiliki impian akan memberi motivasi bagi kita untuk bertindak mewujudkannya. Memiliki impian dapat menjadi arah bagi kita untuk melangkah kedepan. Bahkan menghidupkan impian seperti membangkitkan energi dari dalam diri, dapat menjadi pendorong bagi kita untuk memperkuat diri dalam menghadapi berbagai tantangan dan hambatan.
Memiliki impian dapat memberi kita dorongan untuk hidup lebih terencana, hidup lebih efisien guna merealisasikan mimpi kita. Mimpi dapat menjadi pendorong seseorang untuk melakukan tindakan yang terarah demi merealisasikan impian. Dengan impian akan menghidupkan harapan. Dengan harapan akan melahirkan tindakan. Dengan tindakan akan ada langkah kemajuan. Jadi, jika Anda belum punya impian baru di tahun yang baru, segeralah ambil alat tulis, dan mulailah menuliskan daftar impian yang ingin diraih. Kemudian tetapkan satu atau beberapa yang benar-benar ingin Anda prioritaskan untuk dicapai.
Rencana dan Tindakan
Memiliki impian saja tentu tidak cukup. Impian belum menjamin terealisasinya tujuan. Karena impian barulah langkah pertama yang akan memudahkan langkah-langkah berikutnya. Dengan impian, langkah-langkah berikutnya akan lebih terarah dengan baik. Setelah memiliki impian, langkah berikutnya yang sangat penting adalah memvisualisasikan impian tersebut menjadi sebuah tujuan yang jelas dan rinci. Kemudian mulailah menyusun rencana dan strategi untuk melakukan tindakan-tindakan dalam merealisasikan impian tersebut. Dengan demikian memiliki kejelasan impian sangatlah penting dalam membantu memudahkan menyusun rencana rinci dan tindakan yang diperlukan. Ingatlah bahwa impian tanpa rencana dan tindakan hanyalah sekedar impian. Ketika sudah menetapkan impian, menyusun rencana, berusahalah dalam tindakan selalu fokus pada impian dan rencana kita. Dengan fokus akan menjadi lebih bersemangat, lebih terarah dan melahirkan kreativitas untuk mencari berbagai cara baru dalam merealisasikannya.
Kalau hal itu dilakukan secara konsisten dan terarah, kita akan menikmati hasilnya di tahun mendatang. Arahkan hati dan pikiran kita tentang indahnya meraih kesuksesan dalam merealisasikan impian kita. Bayangkan pada saat akhir tahun nanti, ketika anda melihat kembali daftar mimpi anda dan banyak mimpi Anda yang berhasil Anda realisasikan. Sangat menyenangkan bukan ? Untuk itu tulislah daftar impian Anda. Tentu akan sangat menyenangkan kalau kita menuliskannya dan kemudian melihatnya kembali prestasi yang sudah kita raih selama perjalanan sepanjang tahun.
SELAMAT TAHUN BARU 2011. HIASI HIDUP ANDA DENGAN CAHAYA HARAPAN.
Mudik Untuk Mbangun Desa
Mudik yang sebagian masyarakat menganggapnya sebagai sebuah tradisi, sebenarnya dapat dijadikan kesempatan yang sangat tepat bagi keluarga untuk dapat berkomunikasi dengan lebih akrab.
Kasih sayang di antara anggota keluarga tercipta karena adanya kehadiran, sehingga mudik menjadi momen menarik dimana komunikasi yang baik dapat diimplementasikan di antara semua anggota keluarga. Mudik pun selain menjadi sarana penting dan strategis melakukan penguatan jalinan silahturahmi, sekaligus waktu tepat untuk melihat kembali perkembangan pembangunan yang terjadi di kampung halaman. Untuk selanjutnya diharapkan para pemudik ikut ambil peran dan berpartisipasi dalam membangun desanya. Bukankah pulang ke kampung merupakan momen penting menyumbang pembangunan desanya? Dan sejauhmana kesadaran pemudik melakukan hal seperti itu?
Dalam gelombang arus mudik, beribu-ribu bahkan berjuta masyarakat meninggalkan kota tempat dimana ia mengais rezeki untuk kembali ke desanya. Pada saat mudik lebaran tiba, kota-kota besar seperti Jakarta, Bandung, Surabaya, dan lainnya yang biasanya padat dan sesak karena kemacetan mendadak menjadi lengang dan jalan pun jadi lancar. Tidak ada kemacetan dimana-mana, berbeda seratus delapan puluh derajat dengan hari-hari biasa.
Hal ini membuktikan bahwasannya penduduk asli di kota besar hanya sedikit, mayoritas adalah penduduk daerah yang kemudian hijrah ke kota tersebut. Fakta tersebut juga menguatkan sekaligus membuktikan bahwa sebenarnya kota besar dibangun oleh orang-orang daerah. Mudik lebaran juga telah menjadi sebuah fenomena budaya. Mudik seakan menjadi sebuah puncak ritual tahunan masyarakat Indonesia. Selama beberapa bulan mereka berjuang mengais rezeki di kota, kemudian dibelanjakan di kampung halaman ketika mudik lebaran.
Ketika pulang ke kampung halaman, masyarakat desa seolah-olah melihat bahwa seseorang yang pulang dari ibu kota adalah sosok pribadi yang sukses, berpenampilan khas orang kota, dan tentunya membawa uang dalam jumlah yang banyak meskipun hanya bekerja sebagai pembantu rumah tangga ataupun buruh pabrik. Hal-hal seperti inilah yang membuat masyarakat desa “tertarik” untuk pergi ke ibukota sehingga mendorong tumbuhnya urbanisasi dan desa pun menjadi kosong. Padahal sebetulnya, kesempatan yang hanya sekali setahun ini dapat dijadikan modal untuk membangun desanya. Tidak salah memang kalau mereka ‘pamer’ sebagai hasil jerih payah mereka, tetapi juga harus mengingatkan masyarakat di desa bahwa perjuangan di kota besar tidak semudah membalikkan telapak tangan.
Para pemudik harus disadarkan dan diberdayakan ke tindakan yang sifatnya produktif dan berempati pada kondisi masyarakat di pedesaan yang rata-rata berada dalam situasi lemah dan miskin. Mereka bisa memberikan bekal ketrampilan dan kegiatan pemberdayaan kepada masyarakat di desa untuk membekali mereka dengan ketrampilan dan semangat untuk berubah. Dari sisi ekonomi, sebenarnya terjadi fenomena perpindahan uang yang bisa mencapai milyaran bahkan bisa jadi sampai trilyunan rupiah dari kota ke daerah yang dalam hal ini bisa memicu perkembangan ekonomi di daerah, tetapi bukan hanya dalam konsumtif semata namun juga pengembangan SDM di daerah. Kalau mereka hanya bisa konsumtif berarti hanya sebagian kecil yang diuntungkan, padahal sebetulnya masyarakat menunggu kontribusi mereka untuk membangun desanya sehingga yang diuntungkan lebih banyak lagi.
Momen inilah yang selayaknya digunakan masyarakat daerah untuk mengembangkan potensinya. Seharusnya, kepala desa jeli dan dapat mencermati peluang ini untuk berpartisipasi membangun desanya walaupun hanya sebatas ide. Di antaranya, dapat dikembangkan melalui usaha-usaha mikro di desa. Ia setidaknya memberi masukan agar uang yang dibawa sebagai hasil jerih payah bekerja di kota itu jangan dipakai untuk konsumtif, tetapi untuk membayar pendidikan anak, perbaikan gizi anaknya ataupun warga sekelilingnya yang kurang mampu. Arahnya kepada peningkatan sumber daya manusia yang kelak siap dan mampu bekerja sehingga bisa diserap di kesempatan kerja, maupun menciptakan lapangan kerja sendiri.
Para perantau menolong kaum kampung halamannya sekarang merupakan fenomena yang juga dilakukan bangsa lain. seperti kaum perantau China, India, dan Yahudi. Berbeda dengan dulu, di mana perantau sukses, enggan investasi di daerah karena dianggap menyerobot usaha kaum sekampung halamannya. Seiring dengan era desentralisasi dan otonomi daerah, kepala daerah dituntut memetakan potensi dan daya saing daerahnya yang kemudian dijajakan kepada kaum perantau. Para kepala daerah menciptakan iklim investasi yang kondusif dan berdaya saing seperti memudahkan perizinan kepada calon investor atau kaum perantau. Berikutnya, potensi kaum rantau dipetakan kepala daerah untuk dipertemukan dalam jaringan antarmereka dan antara kaum perantau dengan kampung halamannya. Daripada diserahkan kepada orang dari daerah lain atau bahkan dari negara lain. Biasanya, karena perantau dari satu daerah, kepala daerah berani mengambil resiko.
Nampaknya hal senada juga terungkap dari konsep Bali Ndeso, Mbangun Ndeso yang dimotori oleh Bibit Waluyo selaku Gubernur Jawa Tengah, boleh jadi merupakan satu resep ampuh untuk mengajak hati masyarakat desa di wilayahnya untuk membangun desa. Ini mencermati masih rindunya masyarakat desa agar pembangunan berkenan hadir di wilayahnya, setelah beberapa waktu lamanya terlupakan. Desa kini makin terjepit, indikatornya sederhana saja, bahan bakar minyak (BBM) kini mahal sekaligus langka; beras, gula, minyak goreng, pendidikan, dan kesehatan juga mahal. Mestikah keprihatinan ini akan terus berlangsung? Barangkali, semua, utamanya warga desa perlu menjawab pembangunan desa yang butuh perhatian warga kampungnya. Dengan kondisi para perantau yang lebih mapan itu, sudah semestinya jika mereka “wajib” berbagi peduli. Bukan sekadar memikirkan, tapi harus membantu saudara-saudara di daerahnya.
Untuk itu, kepedulian para perantau yang tergabung dalam paguyuban untuk mulai berbagi serta mau menengok ke kampung halaman. Jangan seperti kacang lupa isinya. Setelah berhasil di kota lupa akan tanah kelahirannya. Para perantau memang sudah seharusnya tetap mengingat akan kampung halaman. Bukankah kebanyakan dari para perantau ini sebelum pergi meninggalkan kampungnya biasanya meneguhkan niat jika sudah berhasil akan berbagai membangun kampung asalnya. []
Kasih sayang di antara anggota keluarga tercipta karena adanya kehadiran, sehingga mudik menjadi momen menarik dimana komunikasi yang baik dapat diimplementasikan di antara semua anggota keluarga. Mudik pun selain menjadi sarana penting dan strategis melakukan penguatan jalinan silahturahmi, sekaligus waktu tepat untuk melihat kembali perkembangan pembangunan yang terjadi di kampung halaman. Untuk selanjutnya diharapkan para pemudik ikut ambil peran dan berpartisipasi dalam membangun desanya. Bukankah pulang ke kampung merupakan momen penting menyumbang pembangunan desanya? Dan sejauhmana kesadaran pemudik melakukan hal seperti itu?
Dalam gelombang arus mudik, beribu-ribu bahkan berjuta masyarakat meninggalkan kota tempat dimana ia mengais rezeki untuk kembali ke desanya. Pada saat mudik lebaran tiba, kota-kota besar seperti Jakarta, Bandung, Surabaya, dan lainnya yang biasanya padat dan sesak karena kemacetan mendadak menjadi lengang dan jalan pun jadi lancar. Tidak ada kemacetan dimana-mana, berbeda seratus delapan puluh derajat dengan hari-hari biasa.
Hal ini membuktikan bahwasannya penduduk asli di kota besar hanya sedikit, mayoritas adalah penduduk daerah yang kemudian hijrah ke kota tersebut. Fakta tersebut juga menguatkan sekaligus membuktikan bahwa sebenarnya kota besar dibangun oleh orang-orang daerah. Mudik lebaran juga telah menjadi sebuah fenomena budaya. Mudik seakan menjadi sebuah puncak ritual tahunan masyarakat Indonesia. Selama beberapa bulan mereka berjuang mengais rezeki di kota, kemudian dibelanjakan di kampung halaman ketika mudik lebaran.
Ketika pulang ke kampung halaman, masyarakat desa seolah-olah melihat bahwa seseorang yang pulang dari ibu kota adalah sosok pribadi yang sukses, berpenampilan khas orang kota, dan tentunya membawa uang dalam jumlah yang banyak meskipun hanya bekerja sebagai pembantu rumah tangga ataupun buruh pabrik. Hal-hal seperti inilah yang membuat masyarakat desa “tertarik” untuk pergi ke ibukota sehingga mendorong tumbuhnya urbanisasi dan desa pun menjadi kosong. Padahal sebetulnya, kesempatan yang hanya sekali setahun ini dapat dijadikan modal untuk membangun desanya. Tidak salah memang kalau mereka ‘pamer’ sebagai hasil jerih payah mereka, tetapi juga harus mengingatkan masyarakat di desa bahwa perjuangan di kota besar tidak semudah membalikkan telapak tangan.
Para pemudik harus disadarkan dan diberdayakan ke tindakan yang sifatnya produktif dan berempati pada kondisi masyarakat di pedesaan yang rata-rata berada dalam situasi lemah dan miskin. Mereka bisa memberikan bekal ketrampilan dan kegiatan pemberdayaan kepada masyarakat di desa untuk membekali mereka dengan ketrampilan dan semangat untuk berubah. Dari sisi ekonomi, sebenarnya terjadi fenomena perpindahan uang yang bisa mencapai milyaran bahkan bisa jadi sampai trilyunan rupiah dari kota ke daerah yang dalam hal ini bisa memicu perkembangan ekonomi di daerah, tetapi bukan hanya dalam konsumtif semata namun juga pengembangan SDM di daerah. Kalau mereka hanya bisa konsumtif berarti hanya sebagian kecil yang diuntungkan, padahal sebetulnya masyarakat menunggu kontribusi mereka untuk membangun desanya sehingga yang diuntungkan lebih banyak lagi.
Momen inilah yang selayaknya digunakan masyarakat daerah untuk mengembangkan potensinya. Seharusnya, kepala desa jeli dan dapat mencermati peluang ini untuk berpartisipasi membangun desanya walaupun hanya sebatas ide. Di antaranya, dapat dikembangkan melalui usaha-usaha mikro di desa. Ia setidaknya memberi masukan agar uang yang dibawa sebagai hasil jerih payah bekerja di kota itu jangan dipakai untuk konsumtif, tetapi untuk membayar pendidikan anak, perbaikan gizi anaknya ataupun warga sekelilingnya yang kurang mampu. Arahnya kepada peningkatan sumber daya manusia yang kelak siap dan mampu bekerja sehingga bisa diserap di kesempatan kerja, maupun menciptakan lapangan kerja sendiri.
Para perantau menolong kaum kampung halamannya sekarang merupakan fenomena yang juga dilakukan bangsa lain. seperti kaum perantau China, India, dan Yahudi. Berbeda dengan dulu, di mana perantau sukses, enggan investasi di daerah karena dianggap menyerobot usaha kaum sekampung halamannya. Seiring dengan era desentralisasi dan otonomi daerah, kepala daerah dituntut memetakan potensi dan daya saing daerahnya yang kemudian dijajakan kepada kaum perantau. Para kepala daerah menciptakan iklim investasi yang kondusif dan berdaya saing seperti memudahkan perizinan kepada calon investor atau kaum perantau. Berikutnya, potensi kaum rantau dipetakan kepala daerah untuk dipertemukan dalam jaringan antarmereka dan antara kaum perantau dengan kampung halamannya. Daripada diserahkan kepada orang dari daerah lain atau bahkan dari negara lain. Biasanya, karena perantau dari satu daerah, kepala daerah berani mengambil resiko.
Nampaknya hal senada juga terungkap dari konsep Bali Ndeso, Mbangun Ndeso yang dimotori oleh Bibit Waluyo selaku Gubernur Jawa Tengah, boleh jadi merupakan satu resep ampuh untuk mengajak hati masyarakat desa di wilayahnya untuk membangun desa. Ini mencermati masih rindunya masyarakat desa agar pembangunan berkenan hadir di wilayahnya, setelah beberapa waktu lamanya terlupakan. Desa kini makin terjepit, indikatornya sederhana saja, bahan bakar minyak (BBM) kini mahal sekaligus langka; beras, gula, minyak goreng, pendidikan, dan kesehatan juga mahal. Mestikah keprihatinan ini akan terus berlangsung? Barangkali, semua, utamanya warga desa perlu menjawab pembangunan desa yang butuh perhatian warga kampungnya. Dengan kondisi para perantau yang lebih mapan itu, sudah semestinya jika mereka “wajib” berbagi peduli. Bukan sekadar memikirkan, tapi harus membantu saudara-saudara di daerahnya.
Untuk itu, kepedulian para perantau yang tergabung dalam paguyuban untuk mulai berbagi serta mau menengok ke kampung halaman. Jangan seperti kacang lupa isinya. Setelah berhasil di kota lupa akan tanah kelahirannya. Para perantau memang sudah seharusnya tetap mengingat akan kampung halaman. Bukankah kebanyakan dari para perantau ini sebelum pergi meninggalkan kampungnya biasanya meneguhkan niat jika sudah berhasil akan berbagai membangun kampung asalnya. []
Langganan:
Postingan (Atom)