Axiata Xlindo
Tampilkan postingan dengan label Tips. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tips. Tampilkan semua postingan
Senin, 25 April 2011
Nyaman dengan bus
Bus merupakan salah satu angkutan umum yang bisa dimanfaatkan pemudik. Mengapa? Karena memilih angkutan umum ketimbang sepeda motor, berarti pemudik secara tidak langsung ikut berpartisipasi mengurangi angka kecelakaan lalu lintas. Lantas, bagaimana agar bisa mudik nyaman dengan bus? Berikut adalah beberapa tips yang bisa dipergunakan:
- Jika tiket sudah di tangan, perhatikan alamat pemberangkatan, jam keberangkatan, dan nomor tempat duduk. Pastikan pula nomor polisi bus yang akan mengantarkan Anda ke kampung halaman. Pastikan barang bawaan dalam kondisi aman dan tidak terlalu berlebihan. Untuk menghindari tertukar, pastikan barang bawaan Anda, terutama yang di bagasi, dibubuhi nama dan tujuan.
- Bawa uang tunai secukupnya. Untuk menghindari kemungkinan buruk, walau Anda memiliki ATM, tapi uang tunai tetap dibutuhkan, meski sebaiknya tidak dalam jumlah terlalu banyak. Simpan uang Anda di tempat yang berbeda. Misalnya, sebagian di saku celana, sebagian di dompet, dan sebagainya.
- Bawa peralatan pendukung. Bawalah ponsel untuk mempermudah komunikasi dan proses penjemputan. Selain ponsel, banyak peralatan pendukung yang tidak boleh terlewatkan. Antara lain pakaian, selimut, jaket, dan obat-obatan ringan.
- Siapkan bekal. Melakukan perjalanan jauh pastinya Anda juga membutuhkan energi ekstra. Membawa bekal sendiri untuk berjaga-jaga sangatlah tepat. Buah-buahan bisa jadi bekal yang bagus untuk perjalanan panjang. Selain serat yang mengenyangkan, buah juga menyediakan energi dan sejumlah gizi antioksidan sebagai penangkal kelelahan. Anda bisa juga membawa makanan ringan lain sehingga kalau dalam perjalanan Anda terjebak macet, tak akan menjadi masalah.
- Agar tak bosan di jalan, Anda bisa membawa buku atau bahan bacaan lain. Ponsel juga bisa dimanfaatkan untuk mengurangi rasa jenuh. Hanya saja yang perlu diingat, sebaiknya sebelum berangkat, baterai ponsel dalam keadaan penuh. Jangan sampai di tengah asyiknya ber-SMS atau main facebook, mendadak baterai habis, padahal di saat yang sama, Anda masih memerlukannya untuk berkomunikasi. Pastikan juga Anda membawa charger-nya, sehingga tetap bisa mengisi baterai selama di kampung.[]
Yang Kerap Lupa dalam Mudik…
Terkait persiapan mudik, secara umum kita biasanya lebih fokus pada mempersiapkan kebutuhan yang bersifat teknis. Di luar itu, kita kerap lupa ada hal yang lebih penting yang harus kita persiapkan juga. Berikut beberapa faktor yang mesti juga kita ingat:
- Berdoa. Niatkan bahwa tujuan kita selalu berada dalam ridho dan izin-Nya. Kita tidak pernah tahu apa yang akan terjadi, yakinlah selalu ada kekuatan Allah SWT yang mengatur itu semua. Berdoalah sebelum berangkat agar perjalanan kita senantiasa dalam lindungan-Nya.
- Siapkan mental. Mudik memerlukan kesiapan mental yang kuat. Apalagi bila Anda memilih menggunakan kendaraan sendiri. Buat senang perasaan Anda, hilangkan beban dan rasa khawatir yang berlebihan.
- Buka wawasan. Perluas pengetahuan terkait segala hal tentang mudik, mulai dari kondisi terkini, rute mudik plus jalur alternatif, dan informasi lainnya yang berkaitan dengan mudik. Membekali diri dengan peta mudik akan lebih baik.
- Beristirahat. Dalam perjalanan, jika merasa ngantuk dan letih jangan paksakan diri untuk terus melaju. Letih dan kantuk merupakan pertanda bahwa kebugaran tubuh sudah menurun dan perlu beristirahat. Beristirahatlah setelah maksimum tiga jam tanpa henti perjalanan.
- Relaksasi. Dalam beristirahat, lakukan relaksasi agar tubuh bugar dan otot-otot kembali kendur. Bukalah helm, kendorkan semua ikatan seperti sarung tangan, ikat pinggang, sepatu, lakukan olahraga ringan, dan hirup udara sebanyakbanyaknya.
- Periksa kendaraan. Selagi santai, sempatkan memeriksa kendaraan termasuk memeriksa baut-baut pada poros ban, tekanan angin pada ban dan oli.
- Bersabar, jangan terprovokasi kendaraan lain. Dalam perjalanan, berkendaralah sewajar mungkin. Jangan memaksa di luar batas kemampuan alias memacu kendaraan di luar batas kemampuan.
- Kuasai medan. Pastikan Anda menguasai jalan dan mampu melihat dengan jelas dan luas.
- Atur Muatan. Bagi pengendara motor, bila membawa penumpang, upayakan penumpang agar bisa “sejiwa” dengan Anda dan menyesuaikan gerak dan posisi Anda. Tidak banyak bergerak, tidak menurunkan kaki dari pedal, posisikan penumpang ke arah depan dari as ban belakang. Dengan kata lain, penumpang harus sedekat mungkin dengan pengendara.[]
Mengemudi Di Malam Hari
Pertambahan jumlah kendaraan bermotor di dunia termasuk Indonesia, terutama kendaraan roda dua menunjukan angka yang sangat besar dari tahun ke tahun. Peningkatan tersebut di satu sisi memberikan dampak positif bagi masyarakat namun demikian di sisi lain ternyata menimbulkan dampak negative yaitu terjadinya kasus-kasus kecelakaan yang mengakibatkan kordban meninggal dunia. Laporan dari Badan Kesehatan Dunia (World Health Organisation – WHO) pada tahun 2004 menyebutkan korban meninggal dunia akibat kecelakaan lalu lintas mencapai 1,2 jiwa per tahun atau lebih dari 3200 jiwa per hari, merupakan angka penyebab kematian tertinggi ketiga.
Berkaitan dengan hal ini WHO – salah satu Organisasi dibawah PBB -- merasa perlu adanya program gerakan global yang bertujuan untuk menyadarkan masyarakat akan tingginya korban akibat kecelakaan lalu lintas dan pada tahun 2006 dibentuk Kemitraan Global Keselamatan Jalan (Global Road Safety Partnership – GRSP ) yang diketuai oleh Giri Soeseno, mantan Menteri Perhubungan Republik Indonesia.. GPRS bekerja berdasarkan kepada 3 (tiga) pilar utama, yaitu (i) Pemerintah sebagai pemegang kebijakan, kewenangan dan pembinaan (ii) Dunia usaha, yang diharapkan bukan sekedar memberikan bantuaan financial dan peralatan tapi juga menyadarkan pentingnya keselamatan berkendara, dan (iii) masyarakat sebagai pelaku utama yang berperan sangat besar.
Menghilangkan jumlah korban kecelakaan lalu lintas sama sekali adalah suatu hal yang tidak mungkin, dan korban akan tetap terjadi sepanjang transportasi masih menjadi bagian dari kehidupan masyarakat. Yang harus dilakukan adalah meminimalisasi atau memperkecil resiko yang terjadi akibat kecelakaan melalui gotong royong yang melibatkan seluruh pemangku kepentingan (stake holders).
Langkah nyata dari program Kemitraan Global Keselamatan Jalan atau disebut juga Gotong Royong Selamatkan Pemakai Jalan (GRSP) di Indonesia antara lain melalui kampanye pendidikan, pelatihan, mengajak masyarakat untuk taat kepada peraturan perundangan yang berlaku .
Berikut ini adalah Tip Mengemudi Di Malam Hari sebagai salah satu kiat untuk menhindari atau mencegah terjadi kecelakaan.
Bagi beberapa kalangan, terutama pengemudi bus malam, mengendarai kendaraan di tengah malam tentu akan lebih nyaman. Maklum jalanan biasanya sepi, apalagi bila di jalur luar kota. Tapi bagi yang tak biasa, mengemudi malam hari menjadi tantangan sendiri. Sebab, kondisi malam hari amat berbeda dengan tatkala mengemudi di siang hari. Indera pengelihatan harus bekerja berat karena intensitas cahaya amat kurang. Kemampuan mata juga makin terbatas dan diperparah dengan sorotan lampu kendaraan yang menyilaukan dari arah berlawanan. Meski demikian, perjalanan di malam hari rata-rata memang menjadi pilihan bagi mereka yang akan melakukan perjalanan jauh. Termasuk ketika waktu mudik tiba, biasanya pemudik yang membawa kendaraan sendiri lebih memilih pulang pada malam hari.
Kiat yang dapat dilakukan agar perjalanan malam Anda aman, nyaman, dan selamat sampai tujuan:
• Pastikan lampu utama berfungsi dengan baik.
Untuk jaga-jaga, tak ada salahnya menyediakan lampu cadangan agar jika terjadi sesuatu Anda tak perlu repot-repot mencari penjual suku cadang.
• Pastikan kaca lampu utama dalam kondisi bersih.
Jika perangkat penerang itu kotor maka kemungkinan besar akan mengurangi jarak pandang. Idealnya, lampu tersebut harus dapat menerangi jarak sekitar 150-an meter ke depan.
• Pastikan bahwa sinar lampu kendaraan tidak mengganggu pandangan pengemudi didepan pada saat berhadapan.
• Kurangi penggunaan lampu penerang kabin saat sedang dalam perjalanan. Pantulan dari dalam kabin dapat membuat mata silau. Akibatnya, pandangan ke depan pun akan terganggu.
• Sebaiknya hindari langsung bertatapan dengan cahaya lampu. Kalau pun terpaksa, berkediplah untuk mengurangi silau. Sebaiknya menatap ke samping atau mengarahkan pandangan ke depan mobil yang dikemudikan.
• Setelah kendaraan dari depan berlalu, usahakan mata cepat beradaptasi dengan berkedip beberapa kali. Dalam upaya ini pengemudi harus ekstra waspada dan konsentrasi penuh. Selanjutnya, jika tak terlihat lagi mobil yang lewat dari depan, gunakan high beam (lampu jauh) untuk membantu pengelihatan dari jarak jauh (dengan catatan didepan tidak ada mobil lain sehingga tidak menimbulkan silau pengemudi lain ).
• Jika ada mobil dari arah depan, matikan lampu jauh dan pasang lampu dekat. Saat ingin menikung, gunakan ground effect.
• Manfaatkan penuntun di tepi jalan. Misalnya bahu jalan, rambu dan sebagainya. Anda juga bisa menggunakan kacamata khusus untuk mengemudi malam hari dan istirahat yang cukup sebelum memulai perjalanan.
• Kurangi kecepatan, dan gunakan garis jalan (baik yang di tengah maupun garis pinggir) sebagai patokan, jika pada lajur yang Anda lalui tidak terdapat lampu jalan (terutama ketika di tanjakan atau di samping tebing),
• Sebisa mungkin jangan berhenti di lajur yang minim penerangan. Selain rawan kejahatan, kemungkinan besar, kendaraan lain tidak melihat keberadaan mobil Anda. Jika hal ini terpaksa Anda lakukan, gunakanlah segitiga pengaman sebagai penanda.
Di samping tips tersebut di atas , yang lebih utama yang harus diperhatikan oleh pemakai jalan adalah tidak berkendaraan secara ugal-ugalan, mengendalikan emosi, tetap waspada dan selalu patur pada aturan dan rambu-rambu lalu lintas.
Penulis adalah Mantan Menteri Perhubungan RI . saat ini menduduki jabatan penting di berbagai organisasi nasional dan internasional serta berbagai perusahaan.
Langganan:
Postingan (Atom)


